Perencanaan Dan Pemetaan Pada Konten Marketing

Palmer Kelley   April 5, 2018   Comments Off on Perencanaan Dan Pemetaan Pada Konten Marketing

Pada hal konten marketing kita harus membuat suatu perencanaan yang tepat dan juga pemetaan dari konten. Misalkan terdapat 2 jenis dari content yang biasanya sering ditemui pada situs internet. Kita bisa mengibaratkan content ini pada umpama nasi merah dan nasi putih. Nasi putih “ringan”, dan dikonsumsi mayoritas dari penduduk Indonesia. Lalu nasi merah lebih berat, nutrisi dari nasi merah lebih banyak, tetapi hanya beberapa orang pada kalangan tertentu menyukai konsumsi nasi merah. Strategi konten untuk marketing pada hal konten juga sama, konten pada nasi putih misalnya isi dari nasi putih itu ringan, dapat dinikmati banyak orang, dan bahkan bisa mempunyai potensi menjadi hal viral. Lalu konten pada nasi merah, isi nya lebih mendalam, dinikmati banyak orang, tetapi memang orang-orang butuh akan menyukai content ini.

Strategi Dari Konten Marketing Agar Lancar Terkendali

Strategi yang baik harus terkandung dari dua jenis nasi ini. Konten dari nasi putih mempunyai fungsi untuk dapat menarik visitor agar bisa mendatangi situs atau website kita. Konten jenis ini dapat membuat kebanyakan orang bisa mengenali situs atau website kita. Sementara dari konten nasi yang merah bisa membuat pengguna internet merasa percaya dan yakin dengan mutu dari kualitas kita.

Kita juga harus memahami strategi dari pembuatan konten marketing itu sendiri. Pembuatan dari konten ini tentunya bukan urusan yang simple dan mudah. Apalagi jika sumber daya (tenaga manusia dan uang) kita kurang atau terbatas. Dilihat dari pembuatannya, konten yang mengenalkan produk dan konten pada fungsi branding mempunyai tingkat kesulitan atau difficulty yang rendah, dan konten penjualan mempunyai difficulty yang tinggi.

Maka jumlah dari konten menyesuaikan tingkat kesulitan, konten pengenalan berjumlah banyak dan konten penjualan berjumlah sedikit. Konten pengenalan dan konten branding memang lebih banyak dari konten penjualan. Karena sesuai pada prinsip dari konten marketing, dimana kita lebih banyak beredukasi juga menyelesaikan masalah dibanding melakukan penjualan.

Related posts: